Pagi ini kami bagun lebih pagi karena ingin
menyertai tim Peduli Muslim yang akan menyampaikan sumbangan terhadap
keluarga para syuhada yang berasal dari perkampungan2 disekitar kami.
Seperti hari2 sebelumnya, kami bertujuh mulai mendatangi
satu persatu dari daftar keluarga syuhada yang berhasil dikumpulkan
oleh salah satu ikhwan yang memang diminta untuk mengurusi masalah
tersebut.Mobil pick up yang kami tumpangi melaju menyisir jalan2 perkampungan. Sopir yang membawa kami adalah sopir yang tempo hari mengantarkan kami untuk melihat2 mobil ambulan dibursa mobil di Bab al-Hawa. Pada perjalanan pulang dari Bab al-Hawa mobil double cabin yang kami tumpangi terlibat kecelakaan ditabrak sebuah mobil sedan yang sedang melaju kencang dari sebelah kanan kami. Alhamdulillah kami semua selamat, meski pengemudi mobil lawan yang sepertinya juga seorang mujahidin mengalami luka robek sedikit dikepala akibat benturan. Sedang mobil kami mengalami kerusakan lumayan parah. Radiatornya bocor sehingga harus masuk bengkel. Kecelakaan sering terjadi disini karena gaya mengemudi yang "ugal2an" dan tidak mau mengalah kupikir.
Kembali kepembagian sumbangan pagi itu. Sempat ragu juga sopirnya dia lagi. Dan benar saja, baru saja keluar dari gang menuju jalan kami hampir saja ditabrak sebuah truk. Hmm...
Perjalanan berlanjut menuju rumah derang syuhada (insya Allah) yang meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak yang masih kecil2. Setelah bantuan diserahkan kami berpindah menuju rumah syuhada yang lain.
Setelah kami menyerahkan bantuan kerumah yang
ke 5 (seingat saya), terdengar bunyi ledakan dibelakang rumah tersebut
tetapi agak jauh. Tampaknya berasal dari bom birmil yang dijatuhkan dari
sebuah pesawat. Dan benar saja. Orang2 berteriak "toyyaroh..! toyyaroh..!"
Kami segera berlindung dibawah gedung bertingkat ditepi jalan tersebut.
"Blaarrr...!!"
Birmil kedua jatuh didepan kami berjarak kurang lebih 200 meter diantara rumah2 penduduk. Sebuah mobil pick up melaju kencang kearah rumah sakit yang kebetulan berjarak kurang lebih 60 meter dari tempat kami berlindung. Spontan saja saya dan abu musa dari Peduli Muslim berlari kearah rumah sakit. Ternyata mobil pick up td memberi tahu bahwa jatuh korban dari lokasi bom birmil kedua tadi. Dengan segera meluncur 2 buah mobil ambulan kearah lokasi ledakan yang kemudian kami tahu bahwa ledakan terjadi didepan rumah pertama yang kami kunjungi pagi ini.
Korban pertama seorang pria dewasa datang dengan dibonceng sepeda motor. Tubuhnya diselimuti debu putih dari bangunan yang hancur. Ia tampak memegangi lengan bawah kanannya yang terbalut dengan kain dan mengalirkan darah. Tampaknya luka robek, bahkan mungkin tulangnya patah.
Korban kedua seorang anak laki2 yang berumur kurang lebih 14-15 tahun yang tampak kesakitan dan menangis. Setelah diperiksa ternyata paha kanannya tanpak menonjol kedepan. Tulangnya patah sepertinya. Setelah ditangani kegawatannya, kedua padien tersebut diputudkan untuk dikirim kefasilitas yang lebih lengkap.
Kami segera berlindung dibawah gedung bertingkat ditepi jalan tersebut.
"Blaarrr...!!"
Birmil kedua jatuh didepan kami berjarak kurang lebih 200 meter diantara rumah2 penduduk. Sebuah mobil pick up melaju kencang kearah rumah sakit yang kebetulan berjarak kurang lebih 60 meter dari tempat kami berlindung. Spontan saja saya dan abu musa dari Peduli Muslim berlari kearah rumah sakit. Ternyata mobil pick up td memberi tahu bahwa jatuh korban dari lokasi bom birmil kedua tadi. Dengan segera meluncur 2 buah mobil ambulan kearah lokasi ledakan yang kemudian kami tahu bahwa ledakan terjadi didepan rumah pertama yang kami kunjungi pagi ini.
Korban pertama seorang pria dewasa datang dengan dibonceng sepeda motor. Tubuhnya diselimuti debu putih dari bangunan yang hancur. Ia tampak memegangi lengan bawah kanannya yang terbalut dengan kain dan mengalirkan darah. Tampaknya luka robek, bahkan mungkin tulangnya patah.
Korban kedua seorang anak laki2 yang berumur kurang lebih 14-15 tahun yang tampak kesakitan dan menangis. Setelah diperiksa ternyata paha kanannya tanpak menonjol kedepan. Tulangnya patah sepertinya. Setelah ditangani kegawatannya, kedua padien tersebut diputudkan untuk dikirim kefasilitas yang lebih lengkap.
Pasien ketiga dan keempat adalah seorang kakek dan seorang wanita dewasa yang mengalami luka2 ditangan dan mukanya.
Kami tidak diperkenankan mengambil gambar didalam rumah sakit dikarenakan berkaitan dengan keselamatan tenaga medis disana yang sebagian besarnya adalah mantan pegawai rezim bashar fasad.
Sekali lagi, ini adalah bukti kepengecutan rezim syiah la'natulloh 'alaih. Mereka lebih memilih melemparkan bom2 mereka keperkampungan penduduk dari pada melayani mujahidin dimedan tempur.
Allahul musta'an...
Kami tidak diperkenankan mengambil gambar didalam rumah sakit dikarenakan berkaitan dengan keselamatan tenaga medis disana yang sebagian besarnya adalah mantan pegawai rezim bashar fasad.
Sekali lagi, ini adalah bukti kepengecutan rezim syiah la'natulloh 'alaih. Mereka lebih memilih melemparkan bom2 mereka keperkampungan penduduk dari pada melayani mujahidin dimedan tempur.
Allahul musta'an...
Baru
saja pulang dari rumah sakit, kami mendapat kabar bahwa 2 buah birmil
menghajar sebuah rumah yang cukup besar ditepi jalan sebuah pertigaan
yang ramai penduduk. Kami segera bergegas menyambut ajakan ikwan
mujahidin untuk menyambangi lokasi ledakan.
Benar saja. Dari kejauhan terlihat runtuhan rumah yang hancur berserakan sampai menutup badan jalan. Saking kuatnya ledakan, bangunan2 disekitarnya pun ikut rusak berat. Sebuah truk pengangkut bawang pun terhempas diatas pembatas jalan.
Atap yang terbuat dari beton pun rata dengan tanah. Sehingga diperlukan alat berat untuk mengangkat jenazah yang tertimpa reruntuhan. Tak kurang dari 10 mayat (insya Allah syahid) yang berhasil kami temui. Belum lagi banyak yang luka berat dan yang masih tertimpa reruntuhan dan belum berhasil dievakuasi. Kabar terakhir yang kami terima tak kurang dari 25 orang syahid (insya Allah).
Ternyata taktik yang digunakan tentara syiah untuk menimbulkan banyak korban adalah dengan menjatuhkan bom ditempat ramai. Kemudian ketika banyak orang yang berusaha menolong maka helikopter akan menjatuhkan bom kedua.
Allahul musta'an...
Benar saja. Dari kejauhan terlihat runtuhan rumah yang hancur berserakan sampai menutup badan jalan. Saking kuatnya ledakan, bangunan2 disekitarnya pun ikut rusak berat. Sebuah truk pengangkut bawang pun terhempas diatas pembatas jalan.
Atap yang terbuat dari beton pun rata dengan tanah. Sehingga diperlukan alat berat untuk mengangkat jenazah yang tertimpa reruntuhan. Tak kurang dari 10 mayat (insya Allah syahid) yang berhasil kami temui. Belum lagi banyak yang luka berat dan yang masih tertimpa reruntuhan dan belum berhasil dievakuasi. Kabar terakhir yang kami terima tak kurang dari 25 orang syahid (insya Allah).
Ternyata taktik yang digunakan tentara syiah untuk menimbulkan banyak korban adalah dengan menjatuhkan bom ditempat ramai. Kemudian ketika banyak orang yang berusaha menolong maka helikopter akan menjatuhkan bom kedua.
Allahul musta'an...
Baru
saja pulang dari rumah sakit, kami mendapat kabar bahwa 2 buah birmil
menghajar sebuah rumah yang cukup besar ditepi jalan sebuah pertigaan
yang ramai penduduk. Kami segera bergegas menyambut ajakan ikwan
mujahidin untuk menyambangi lokasi ledakan.Benar saja. Dari kejauhan terlihat runtuhan rumah yang hancur berserakan sampai menutup badan jalan. Saking kuatnya ledakan, bangunan2 disekitarnya pun ikut rusak berat. Sebuah truk pengangkut bawang pun terhempas diatas pembatas jalan.
Atap yang terbuat dari beton pun rata dengan tanah. Sehingga diperlukan alat berat untuk mengangkat jenazah yang tertimpa reruntuhan. Tak kurang dari 10 mayat (insya Allah syahid) yang berhasil kami temui. Belum lagi banyak yang luka berat dan yang masih tertimpa reruntuhan dan belum berhasil dievakuasi. Kabar terakhir yang kami terima tak kurang dari 25 orang syahid (insya Allah).
Ternyata taktik yang digunakan tentara syiah untuk menimbulkan banyak korban adalah dengan menjatuhkan bom ditempat ramai. Kemudian ketika banyak orang yang berusaha menolong maka helikopter akan menjatuhkan bom kedua.
Allahul musta'an...
kabar ini di dapat kurleb sejam yang lalu, dari akun relawan yang ada di Suriah , Ahmad Sarju.
Posting Komentar